Senin, 27 April 2020

komponen karburator mobil dan fungsinya terlengkap

Yuk mengenal 30 komponen karburator mobil dan fungsinya khususnya komponen karburator kijang 5k. Jika salah satu dari ke-30 tersebut bermasalah, tentu akan menyebabkan karburator tidak akan berjalan semestinya. Efek buruk lainnya akan berdampak pada komponen mobil lainnya. Sepertinya halnya ketika thermostatic valve tidak berfungsi dengan baik, maka bisa berpengaruh ke AC yang tidak kunjung dingin. Padahal AC belum tentu rusak. Untuk mendeteksi kerusakan yang semacam ini memang paling mudahnya membawanya ke bengkel resmi atau bengkel langganan terpercaya di dekat rumah Sahabat.

Main Jet


Mengenal lebih jauh apa itu karburator. Di zaman yang modern seperti ini, mobil bukanlah hal yang asing lagi. Banyak sekali kita jumpai di jalan raya. Bahkan sekarang terasa aneh orang yang tidak punya mobil. Terasa kurang kaya dan kurang punya kedudukan. Jika melihat kembali ke masa lalu sekitar 20 tahun yang lalu, sangat sedikit kita jumpai mobil pribadi. Kebanyakan mobil angkutan umum yang dijumpai. Zaman cepat sekali berlalu. Begitu pula dengan teknologi yang ada di mobil. Untuk mobil yang cukup tua, biasanya masih menggunakan karburator. Sedangkan untuk mobil yang diproduksi baru-baru ini sudah menggunakan sistem injeksi yang bisa lebih hemat bahan bakar.

Ada beberapa hal yang membedakan antara sistem injeksi dan sistem yang masih menggunakan karburator. Beberapa hal bedanya adalah sistem injeksi memerlukan banyak sensor, setidaknya ada 9 sensor utama yang semua itu tergantung dengan supply listrik, sedangkan karburator tidak; tanpa listrik pun karburator tetap bisa bekerja. Pada sistem injeksi tidak ada choke karena sudah diwakili oleh sensor. Baca juga asuransi mobil ALL Risk

Begitu juga dengan sekrup idle speed adjustment tidak ada di dalam sistem injeksi, ini menyebabkan kita harus tunduk terhadap pengaturan dari pabrik. Berbeda dengan sistem karburator yang tinggal putar saja sekrupnya untuk membesarkan atau mengecilkan campuran bahan bakar dan udara yang akan dibawa ke intake manifold.

Untuk lebih jelasnya mengenai karburator, artikel kali ini memberikan gambaran apa saja sih komponen yang terdapat pada karburator mobil. Berikut ini adalah 30 komponen karburator mobil beserta fungsinya.

1. Air Horn : Komponen pertama yang ada di karburator mobil adalah air horn. Komponen ini berfungsi sebagai gerbang masuk udara setelah melewati saringan udara dan berada di ujung air vent tube yang menghubungan air horn dengan ruang reservoir atau ruang pelampung.

2. Air Vent Tube : Fungsi dari air vent tube ini adalah agar tekanan udara di ruang pembakaran awal sama dengan ruang reservoir (bahan bakar bensin) atau ruang pelampung. Kebersihan air vent tube ini harus diperhatikan. Jika air vent tube kotor, maka akan mempengaruhi tekanan di dalam ruang pelampung. Imbasnya adalah bahan bakar yang disemprotkan ke venturi akan berlebih. Sehingga kinerja mesin akan menurun di samping juga akan boros bahan bakar.

3. Pelampung : Fungsi pelampung pada reservoir adalah sebagai indikator jumlah bahan bakar bensin di reservoir. Jika bahan bakar sedikit, maka pelampung secara otomatis mengikuti permukaan bahan bakar tingginya. Secara otomatis agar menarik needle valve ke bawah yang menyebabkan supply bensin masuk ke reservoir.

4. Needle Valve : Needle valve ini berfungsi sebagai gerbang bahan bakar sebelum masuk ke dalam reservoir. Needle valve ini terhubung dengan pelampung. Needle valve akan naik dan turun posisinya mengikuti pelampung.

5. Slow Jet : Slow jet ini terletak setelah throttle valve. Tujuan adanya slow jet ini adalah agar tetap bisa mengalirkan bensin saat kecepatan idle. Sehingga akan ritme aliran bensin akan tetap terkontrol dengan baik.

6. Venturi Primer : Venturi primer ini fungsinya adalah agar kecepatan udara yang masuk menjadi lebih tinggi yang menyebabkan tekanan pada venturi ini kecil, sehingga bensin akan menyembur melalui capillary tube atau terkadang disebut dengan main nozzle.

7. Venturi Sekunder : Fungsinya sama dengan venturi primer. Hanya saja venturi sekunder terletak setelah venturi primer. Dan membantu kinerja dari venturi primer agar karburator bekerja dengan maksimal.

8. Primary Main Air Bleeder : Fungsi dari bagian ini adalah membuat bensin bercampur dengan udara. Di bagian ini, bensin akan menggelembung. Fungsi penggelembungan ini adalah agar ketika berada di venturi akan pecah gelembung dan bensin mengalami atomisasi dibarengi dengan udara yang mengalir di venturi menuju bagian throttle valve.

9. Primary Main Jet : Fungsi primary main jet adalah mengalirkan bensin dari ruang pelampung ke venturi untuk dicampur dengan udara.

10. Throttle Valve Primer : Fungsi dari komponen ini adalah sebagai katup yang mengatur jumlah campuran udara dan bensin yang akan disalurkan ke dalam mesin. Sehingga dapat mengatur kecepatan mobil dan keseimbangan mobil.

11. Throttle Valve Sekunder : Fungsinya sama dengan throttle valve primer untuk mengatur jumlah campuran udara dan bensin yang akan disalurkan ke dalam mesin dan menyesuaikan dengan kecepatan laju mobil.

12. Choke : Choke ini adalah katup yang mengatur jumlah udara yang ditarik ke dalam ruang pencampuran udara dan bensin. Ada 2 macam choke, yaitu: choke yang dikontrol manual dan choke yang otomatis.

13. Pompa Akselerasi : Fungsi pompa akselerasi adalah menambah kecepatan udara yang masuk pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba, maka pompa akselerasi ini akan otomatis menambah kecepatan udara.

14. Bola Baja : Bola baja ini digunakan sebagai katup dalam sistem akselerasi. Dengan adanya bola baja dapat mempermudah kerja dan menyelaraskan sistem akselerasi.

15. Main Nozzle : Saluran utama yang digunakan untuk menyalurkan bensin dari ruang pelampung ke venturi.

16. Pemberat Bola Baja : Sebagai penambah berat agar bola baja cepat menutup pada sistem akselerasi pada saat pedal gas diinjak secara tiba-tiba. Dengan pemberat bola baja ini maka sistem akselerasi akan bekerja secara maksimal.

17. Nozzle Jet : Nozzle jet ini digunakan sebagai saluran bensin pada sistem akselerasi sehingga bensin tetap bisa mengalir pada saat sistem akselerasi bekerja.

18. Power Piston : Power piston digunakan untuk menekan power valve.

19. Power Valve : Power valve ini digunakan untuk membuka power jet.

20. Power Jet : Sedangkan power jet sendiri digunakan untuk menambah aliran bensin.

21. Daspot : Komponen yang satu ini digunakan untuk membuka throttle valve sekunder.

22. Slow Port : Slow port ini digunakan sebagai saluran bensin saat mesin berputar lambat.

23. Idle Port : Idle port ini digunakan sebagai saluran bensin ketika mesin sedang idle (tidak melakukan aktivitas yang berarti).

24. IMAS : Idle Mixture Adjusting Screw (IMAS) ini digunakan untuk melakukan penyetelan campuran bahan bakar dan udara saat masa idle.

25. ISAS : Idle Speed Adjusting Screw (ISAS) ini digunakan untuk melakukan penyetelan kecepatan saat masa idle.

26. Solenoid Valve : Solenoid valve ini merupakan katup yang digunakan untuk mengatur aliran bensin saat masa idle.

27. Thermostatic Valve : Sedangkan katup thermostatic valve ini menjadi terbuka ketika suhu mesin panas. Tujuannya adalah agar suhu mesin tetap stabil di angka yang ideal. Hal buruk akan terjadi ketika thermostatic valve ini rusak atau macet. Antara lain hal buruknya adalah mesin bisa mengalami overheating. Tak hanya itu, AC mobil akan terasa panas.

Selain kedua hal tersebut, mesin akan menjadi boros bahan bakar dan mesin susah sekali mencapai suhu kerja normal. Jika ini dibiarkan akan merusakan komponen mesin lainnya.

28. Air Bleeder ; Air Bleeder digunakan untuk memasukkan udara dalam saluran masa idle dan masa lambat.

29. Economizer Jet : Economizer jet ini berfungsi untuk mempercepat aliran bensin yang sudah bercampur dengan udara.

30. Secondary Main Air Bleeder : Secondary Main Air Bleeder ini fungsinya sama dengan air bleeder.

Rujukan artikell : https://hargamobilmpv.blogspot.com/2020/04/yuk-belajar-cara-kerja-karburator-mobil.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar